Review Al-Qur'an Asyifa Syamil Quran: Mushaf dengan Metode Hafalan Berwarna dan Kajian Kesehatan Islami
Kalau sebelumnya aku pernah mencoba beberapa mushaf Al-Qur'an dengan fitur yang berbeda-beda, kali ini aku ingin berbagi pengalaman menggunakan Al-Qur'an Asyifa dari Syamil Quran.
Jujur, awalnya aku mengira mushaf ini sama seperti Al-Qur'an pada umumnya. Sampulnya memang terlihat elegan dan di bagian depan tertulis "Quran Asyifa – Hafalan dan Tajwid Berwarna, Tematik Kesehatan dengan Aplikasi QR Code." Dari judulnya saja sebenarnya sudah cukup membuat penasaran. Hafalan berwarna? Tematik kesehatan? Ditambah lagi ada QR Code di setiap halaman?
Setelah membukanya dan membaca beberapa halaman, ternyata memang ada beberapa hal yang membuat mushaf ini berbeda dari Al-Qur'an yang biasa aku gunakan.
Kalau kamu sedang mencari mushaf yang tidak hanya digunakan untuk tilawah, tetapi juga bisa membantu proses menghafal sekaligus memberikan wawasan tentang kesehatan dalam Islam, mungkin Al-Qur'an ini bisa menjadi salah satu pilihan yang menarik.
Sekilas Tentang Al-Qur'an Asyifa
Al-Qur'an Asyifa merupakan mushaf yang diterbitkan oleh Syamil Quran bekerja sama dengan HNI HPAI.
Konsep utama yang ditawarkan sebenarnya cukup unik. Mushaf ini tidak hanya berisi Al-Qur'an beserta terjemahan, tetapi juga menghadirkan berbagai materi tambahan yang berkaitan dengan kesehatan, motivasi Islami, serta metode menghafal Al-Qur'an.
Yang aku suka, penerbit juga menjelaskan bahwa materi-materi tambahan tersebut bukan merupakan tafsir ayat, melainkan hanya mengambil kata kunci atau tema yang berkaitan dengan ayat pada halaman tersebut. Jadi fungsi utamanya adalah sebagai wawasan tambahan, bukan untuk menggantikan penjelasan tafsir Al-Qur'an.
Menurutku ini penting, karena pembaca tetap diarahkan agar menjadikan Al-Qur'an sebagai bacaan utama, sementara materi tambahannya hanya menjadi pelengkap.
Isi di Dalam Mushaf
Kalau melihat isi keseluruhannya, sebenarnya mushaf ini masih terasa seperti Al-Qur'an pada umumnya.
Teks Al-Qur'annya menggunakan tulisan yang nyaman dibaca, lengkap dengan terjemahan Bahasa Indonesia dari Kementerian Agama RI.
Selain itu juga terdapat berbagai panduan seperti:
- Panduan membaca Al-Qur'an
- Kaidah penggunaan mushaf
- Panduan ilmu tajwid
- Panduan makharijul huruf
- Panduan menghafal Al-Qur'an
- Indeks surat
- Doa khatam Al-Qur'an
Menurutku fitur-fitur tersebut sudah cukup umum ditemukan di berbagai mushaf Al-Qur'an saat ini. Jadi kalau hanya melihat bagian ini saja, mungkin tidak ada perbedaan yang terlalu mencolok.
Yang membuat Al-Qur'an Asyifa terasa berbeda justru ada pada fitur-fitur tambahannya.
Metode Hafalan Berwarna yang Menarik
Inilah bagian yang paling membuatku penasaran.
Saat pertama kali membuka salah satu halaman, aku melihat halaman tersebut dibagi menjadi beberapa blok warna.
Awalnya aku sempat bingung.
"Kenapa ada warna hijau, magenta, biru, dan kuning ya?"
Ternyata warna-warna tersebut bukan sekadar hiasan, melainkan digunakan sebagai bagian dari metode menghafal Al-Qur'an yang disebut Tikrar.
Di setiap halaman terdapat empat blok warna:
🟩 Hijau🟪 Magenta
🟦 Biru
🟨 Kuning
Masing-masing warna menjadi penanda satu bagian hafalan atau yang disebut makro.
Di dalam setiap makro masih dibagi lagi menjadi beberapa makta, yaitu potongan-potongan ayat yang lebih kecil.
Konsepnya cukup sederhana.
Pembaca cukup fokus pada satu blok warna terlebih dahulu, kemudian membaca bagian tersebut sebanyak 40 kali.
Setelah dirasa lancar, baru berpindah ke blok warna berikutnya.
Kemudian hafalan dari beberapa blok digabungkan kembali agar semakin kuat.
Jadi intinya bukan menghafal satu halaman sekaligus, melainkan membaginya menjadi bagian-bagian kecil terlebih dahulu.
Menurutku metode seperti ini terasa lebih ringan dibanding langsung menargetkan satu halaman penuh.
Penanda Makro yang Membantu
Selain menggunakan warna, setiap awal makro juga sudah diberi garis sebagai penanda.
Jadi kita tidak perlu lagi memberi sticky note atau membuat tanda sendiri.
Saat ingin melanjutkan hafalan, mata langsung mengetahui bagian mana yang menjadi awal hafalan berikutnya.
Buat orang yang sering menghafal Al-Qur'an, fitur sederhana seperti ini ternyata cukup membantu.
QR Code di Setiap Halaman
Hal lain yang menurutku menarik adalah adanya QR Code hampir di setiap halaman.
Sekarang memang sudah banyak buku yang memanfaatkan QR Code sebagai pelengkap materi, dan menurutku penerapannya pada mushaf ini juga cukup bermanfaat.
Saat dipindai, QR Code tersebut akan mengarahkan pembaca pada berbagai materi tambahan yang berkaitan dengan halaman yang sedang dibaca.
Di antaranya seperti:
- Kajian Thibbun Nabawi
- Ayat-ayat pilihan
- Motivasi Islami
- Materi kesehatan
- Konten edukasi lainnya
Jadi pengalaman membaca terasa lebih interaktif.
Kalau biasanya selesai membaca satu halaman langsung berpindah ke halaman berikutnya, di sini kita juga bisa sekalian menambah wawasan melalui materi yang disediakan.
Kajian Thibbun Nabawi
Menurutku inilah salah satu nilai tambah yang cukup unik.
Di berbagai halaman terdapat pembahasan singkat mengenai Thibbun Nabawi, yaitu pengobatan dan pola hidup yang dicontohkan Rasulullah ﷺ.
Tidak hanya membahas kesehatan fisik, tetapi juga kesehatan psikis dan motivasi Islami.
Materinya memang singkat sehingga tidak terasa membosankan.
Justru cocok dijadikan bacaan ringan setelah selesai tilawah.
Aku juga suka karena pembahasannya tidak memenuhi halaman, sehingga fokus utama tetap berada pada ayat Al-Qur'an.
Apakah Cocok untuk Menghafal?
Kalau ditanya apakah mushaf ini cocok digunakan untuk menghafal Al-Qur'an, menurutku jawabannya iya, terutama untuk orang yang memang suka menggunakan metode pengulangan.
Pembagian warna membuat proses menghafal terasa lebih terstruktur.
Kita tidak lagi bingung harus berhenti di mana atau mulai dari bagian mana.
Apalagi kalau memang mengikuti metode membaca sebanyak 40 kali pada setiap bagian, hafalan bisa menjadi lebih konsisten.
Walaupun begitu, menurutku metode ini tetap perlu disesuaikan dengan kemampuan masing-masing.
Tidak harus selalu mengikuti angka 40 kali secara kaku.
Yang terpenting adalah konsisten mengulang sampai benar-benar lancar.
Kelebihan Al-Qur'an Asyifa
Setelah beberapa waktu melihat isi mushaf ini, berikut beberapa hal yang paling aku sukai.
✅ Menggunakan terjemahan resmi Kemenag RI.✅ Memiliki sistem hafalan berwarna yang mudah dipahami.
✅ Ada penanda makro sehingga lebih mudah menentukan batas hafalan.
✅ Dilengkapi QR Code di setiap halaman.
✅ Memiliki kajian Thibbun Nabawi dan motivasi Islami.
✅ Cocok digunakan oleh keluarga karena materinya cukup lengkap.
✅ Layout halaman tetap nyaman dibaca dan tidak terasa penuh.
Kekurangan Menurutku
Kalau harus mencari kekurangannya, sebenarnya lebih ke preferensi pribadi.
Sebagian fitur seperti panduan tajwid, makharijul huruf, indeks surat, maupun doa khatam Al-Qur'an sebenarnya sudah banyak ditemukan pada mushaf Al-Qur'an lainnya.
Selain itu, bagi orang yang belum pernah mengenal metode Tikrar, mungkin akan sedikit bingung saat pertama kali melihat pembagian warna dan istilah maqro maupun makta.
Aku sendiri juga sempat perlu beberapa saat untuk memahami cara penggunaannya.
Tetapi setelah mengerti konsepnya, ternyata cukup sederhana.
Intinya hanya membagi hafalan menjadi bagian-bagian kecil, kemudian mengulang setiap bagian secara bertahap.
Siapa yang Cocok Menggunakan Mushaf Ini?
Menurutku Al-Qur'an Asyifa cocok untuk:
- Pemula yang sedang mulai menghafal Al-Qur'an.
- Orang yang ingin memiliki mushaf dengan fitur tambahan.
- Keluarga yang ingin menjadikan Al-Qur'an sebagai bacaan harian.
- Pengajar tahsin atau tahfiz yang membutuhkan metode hafalan bertahap.
- Siapa saja yang tertarik mempelajari kesehatan Islami melalui kajian Thibbun Nabawi.
Kesimpulan
Secara keseluruhan, aku cukup suka dengan konsep yang ditawarkan oleh Al-Qur'an Asyifa Syamil Quran.
Kalau hanya dilihat sekilas, mungkin mushaf ini tampak seperti Al-Qur'an biasa. Namun setelah digunakan, ternyata ada cukup banyak fitur yang membuat pengalaman membaca menjadi lebih menarik.
Yang paling menonjol menurutku tentu saja adalah metode hafalan berwarna. Pembagian blok hijau, magenta, biru, dan kuning membantu membuat target hafalan terasa lebih kecil dan lebih terarah.
Ditambah lagi adanya QR Code serta kajian Thibbun Nabawi membuat mushaf ini memiliki nilai tambah dibanding mushaf standar.
Apakah mushaf ini wajib dimiliki?
Menurutku kembali lagi pada kebutuhan masing-masing. Kalau tujuanmu hanya mencari mushaf untuk tilawah sehari-hari, mungkin mushaf biasa sudah cukup.
Namun kalau kamu ingin memiliki mushaf yang bisa digunakan untuk membaca, menghafal, sekaligus menambah wawasan tentang kesehatan Islami, Al-Qur'an Asyifa dari Syamil Quran layak dipertimbangkan.
Semoga review ini bisa membantu kamu yang sedang mencari referensi sebelum membeli mushaf Al-Qur'an. Kalau kamu sudah pernah menggunakan Al-Qur'an Asyifa juga, jangan ragu untuk berbagi pengalamanmu di kolom komentar. Siapa tahu bisa membantu pembaca lain yang masih bingung memilih mushaf yang sesuai dengan kebutuhannya.
📌 Kamu bisa cek harga dan ketersediaannya melalui link berikut. Semoga bermanfaat dan menjadi teman ibadah setiap hari. 🤍
Beli Doa-doa Mustajab dari Al-Qur'an dan As-Sunnah melalui link dibawah ini
Shopee cover baru | Tokopedia | Lazada | Blibli
Kalau kamu sedang mencari Al-Qur'an lainnya, baca juga artikel berikut: Review Al-Qur'an Al-Fatih
Comments
Post a Comment