My First Library Book: 9 Buku Bilingual untuk Bayi 6 Bulan ke Atas
Sedang mencari buku pertama untuk si kecil yang usianya sudah mulai 6 bulan? My First Library Book bisa menjadi salah satu pilihan yang menarik untuk dipertimbangkan. Apalagi kalau Ayah dan Bunda ingin mengenalkan buku sekaligus kosakata Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris sejak dini.
Yang membuat aku tertarik dengan buku ini adalah konsepnya
yang cukup lengkap. Dalam satu set, kita langsung mendapatkan 9 buku. Jadi,
daripada membeli satu per satu, satu paket ini sudah bisa menjadi awal dari
koleksi little library untuk si kecil di rumah.
Menariknya lagi, buku ini tidak hanya menawarkan aktivitas
membaca. Ada beberapa fitur yang membuatnya bisa digunakan sambil belajar dan
bermain, salah satunya adalah bagian belakang buku yang dapat disusun menjadi
jigsaw puzzle.
Nah, seperti apa sebenarnya My First Library Book ini? Yuk,
kita lihat lebih dekat.
My First Library Book untuk Usia 6 Bulan ke Atas
My First Library Book ditujukan untuk anak usia 6 bulan ke
atas. Menurutku, usia ini memang sudah mulai tepat untuk mengenalkan buku
kepada bayi, meskipun tentu saja cara membacanya masih berbeda dengan anak yang
sudah lebih besar.
Pada usia 6 bulan, bayi belum harus bisa membaca atau
memahami cerita. Justru, aktivitas sederhana seperti melihat gambar,
mendengarkan suara orang tua saat membacakan buku, menunjuk gambar, dan
menyebutkan nama benda sudah menjadi pengalaman belajar yang menyenangkan.
Jadi, jangan membayangkan buku ini harus digunakan seperti
buku cerita yang dibaca dari awal sampai akhir.
Bunda bisa mengambil satu buku, kemudian menunjukkan gambar
kepada si kecil sambil menyebutkan nama objeknya.
Misalnya, “Look, a cat. Ini kucing.”
Sederhana, tetapi dari aktivitas seperti inilah anak
perlahan mulai mengenal kosakata dan menghubungkan kata dengan benda yang
mereka lihat.
Satu Set Langsung Mendapatkan 9 Buku
Salah satu kelebihan yang paling terasa dari My First
Library Book adalah jumlah bukunya.
Dalam satu set, kita mendapatkan 9 buku sekaligus. 📚
Menurut aku, ini cukup menarik terutama untuk orang tua yang
memang sedang mulai membangun koleksi buku anak di rumah.
Bayangkan kalau membeli buku satu per satu. Kita harus
memilih buku mana yang akan dibeli terlebih dahulu, kemudian mencari buku
berikutnya ketika anak sudah mulai bosan atau membutuhkan variasi.
Dengan satu set seperti ini, si kecil sudah memiliki
beberapa buku yang bisa digunakan secara bergantian.
Hari ini membaca satu buku, besok bisa memilih buku lainnya.
Atau justru semua bukunya bisa dikeluarkan dan dimainkan bersama.
Untuk membuat rutinitas membaca lebih menyenangkan, Bunda
juga tidak harus memaksakan anak untuk menyelesaikan satu buku. Kalau si kecil
hanya mau melihat beberapa halaman, tidak masalah.
Yang penting adalah membangun pengalaman bahwa buku itu
menyenangkan.
Sudah Bilingual Indonesia dan English
Hal lain yang menurut aku menjadi nilai tambah adalah
penggunaan dua bahasa, yaitu Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris.
Jadi, My First Library Book bisa menjadi salah satu media
untuk memperkenalkan kosakata Bahasa Inggris kepada anak sejak dini tanpa harus
membuat sesi belajar terasa seperti belajar formal.
Anak bisa mendengar kata dalam Bahasa Indonesia sekaligus
Bahasa Inggris.
Misalnya, ketika menemukan gambar sebuah benda, orang tua
bisa menyebutkan nama benda tersebut dalam kedua bahasa.
“Ini apel. Apple.”
Atau:
“Ini kucing. Cat.”
Aktivitas sederhana seperti ini bisa dilakukan sambil
bermain.
Tentu saja orang tua tidak perlu menargetkan anak harus
langsung hafal semua kosakata. Pada usia bayi, yang lebih penting adalah
memberikan stimulasi secara berulang dan menyenangkan.
Semakin sering anak mendengar kata tersebut, semakin
familiar pula mereka dengan bunyinya.
Menggunakan Real Picture
Nah, ini salah satu bagian yang menurut aku cukup menarik
dari My First Library Book.
Bukunya menggunakan real picture atau foto asli.
Kenapa ini menarik?
Karena anak dapat melihat bentuk objek yang lebih nyata.
Misalnya ketika buku menunjukkan gambar hewan, anak tidak hanya melihat
karakter hewan yang dibuat dalam bentuk kartun, tetapi bisa melihat seperti apa
bentuk hewan tersebut di dunia nyata.
Untuk bayi yang sedang mulai mengenal lingkungan di
sekitarnya, gambar nyata bisa menjadi pengalaman visual yang menarik.
Orang tua juga bisa menghubungkan gambar di buku dengan
benda yang ada di sekitar rumah.
Misalnya ketika ada gambar buah, Bunda bisa mengambil buah
yang sebenarnya dan menunjukkannya kepada anak.
“Ini apel. Sama seperti yang ada di buku.”
Jadi aktivitas membaca tidak berhenti di halaman buku saja,
tetapi bisa dilanjutkan dengan mengamati benda di sekitar.
Bukan Hanya untuk Dibaca
Menurut aku, salah satu hal yang membuat My First Library
Book menarik adalah konsepnya yang tidak hanya berfokus pada aktivitas membaca.
Buku anak memang bisa menjadi media belajar, tetapi untuk
bayi tentu saja unsur bermain juga penting.
Dengan adanya beberapa buku dalam satu set, orang tua bisa
membuat berbagai aktivitas sederhana.
Misalnya:
- Membaca sambil menunjuk gambar.
- Menyebutkan nama objek dalam Bahasa Indonesia.
- Mengulangnya dalam Bahasa Inggris.
- Mencari benda yang sama di sekitar rumah.
- Mengajak anak memilih buku sendiri.
- Menyusun buku bersama setelah selesai bermain.
Jadi, satu set buku ini bisa digunakan dengan berbagai cara
sesuai usia dan perkembangan anak.
Bagian Belakangnya Bisa Jadi Jigsaw Puzzle
Dan ini yang menurut aku cukup unik. 🧩
Kalau biasanya bagian belakang buku hanya menjadi cover
biasa, pada My First Library Book bagian belakang dari 9 buku tersebut dapat
disusun menjadi sebuah jigsaw puzzle.
Jadi, ketika kesembilan bukunya disusun dengan posisi yang
tepat, bagian cover belakangnya akan membentuk satu gambar puzzle.
Menarik banget, kan?
Untuk bayi yang masih 6 bulan, tentu saja aktivitas puzzle
ini belum bisa dilakukan secara mandiri. Tetapi orang tua bisa mengenalkan
konsepnya terlebih dahulu dengan membantu menyusun buku-buku tersebut.
Ketika anak sudah semakin besar dan kemampuan motoriknya
berkembang, aktivitas ini bisa menjadi permainan yang lebih menarik.
Artinya, buku ini juga masih bisa digunakan ketika anak
bertambah usia.
Cocok untuk Membangun Kebiasaan Membaca Sejak Dini
Menurutku, salah satu hal terpenting dari mengenalkan buku
kepada bayi bukanlah seberapa banyak buku yang bisa mereka selesaikan.
Yang lebih penting adalah membangun kebiasaan berinteraksi
dengan buku.
Bayi bisa diajak melihat gambar sebelum tidur. Bisa juga
dibacakan buku setelah mandi, saat bermain, atau ketika sedang santai bersama
orang tua.
Tidak perlu lama-lama.
Beberapa menit setiap hari pun sudah cukup untuk
memperkenalkan bahwa buku adalah sesuatu yang menyenangkan.
Dan karena My First Library Book terdiri dari 9 buku, orang
tua memiliki lebih banyak pilihan sehingga rutinitas membaca tidak terasa
monoton.
Apa yang Aku Suka dari My First Library Book?
Kalau dirangkum, ada beberapa hal yang menurut aku menjadi
daya tarik utama dari My First Library Book.
Pertama, satu set langsung mendapatkan 9 buku.
Ini praktis untuk orang tua yang ingin mulai mengoleksi buku
anak.
Kedua, sudah bilingual.
Anak bisa diperkenalkan dengan Bahasa Indonesia dan Bahasa
Inggris melalui aktivitas membaca sehari-hari.
Ketiga, menggunakan real picture.
Foto asli membuat objek yang dilihat anak terasa lebih dekat
dengan benda yang ada di kehidupan nyata.
Keempat, ada elemen bermain.
Bagian belakang 9 buku dapat disusun menjadi jigsaw puzzle
sehingga buku tidak hanya digunakan untuk dibaca.
Kelima, cocok untuk usia 6 bulan ke atas.
Jadi, buku ini bisa menjadi salah satu pilihan untuk memulai
first library si kecil sejak bayi.
Tips Membacakan Buku untuk Bayi 6 Bulan
Kalau Bunda baru mulai mengenalkan buku kepada bayi, tidak
perlu bingung harus membaca seperti apa.
Coba beberapa cara sederhana berikut.
1. Pilih waktu ketika bayi sedang tenang.
Tidak harus selalu sebelum tidur. Bisa setelah bangun tidur
atau ketika sedang bermain.
2. Jangan memaksa bayi untuk diam.
Kalau bayi ingin menyentuh, memegang, atau membolak-balik
buku, biarkan saja selama aman.
3. Gunakan ekspresi dan suara yang menarik.
Saat melihat gambar hewan, misalnya, Bunda bisa menirukan
suara hewan tersebut.
4. Sebutkan kata dalam dua bahasa.
Gunakan Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris secara
sederhana.
5. Tidak perlu menyelesaikan satu buku.
Kalau anak hanya tertarik pada satu atau dua halaman, tidak
masalah.
Yang terpenting adalah membuat waktu bersama buku menjadi
pengalaman yang menyenangkan.
Kesimpulan
Secara keseluruhan, My First Library Book menurut aku cukup
menarik untuk orang tua yang sedang mencari buku bayi usia 6 bulan ke atas.
Satu set sudah mendapatkan 9 buku, sehingga bisa langsung
menjadi awal koleksi buku si kecil. Bukunya juga sudah bilingual Bahasa
Indonesia dan Bahasa Inggris, menggunakan real picture, serta memiliki tambahan
aktivitas berupa jigsaw puzzle dari bagian belakang kesembilan bukunya.
Jadi, buku ini bukan hanya bisa digunakan untuk aktivitas
membaca, tetapi juga dapat menjadi media untuk mengenalkan kosakata, gambar,
benda di sekitar, sekaligus bermain bersama anak.
Kalau Bunda sedang mencari first library untuk bayi,
terutama yang ingin mengenalkan Bahasa Inggris sejak dini, My First Library
Book ini menurut aku boleh banget masuk wishlist. 📚🤍
Karena pada akhirnya, mengenalkan buku kepada anak tidak harus dimulai dengan sesuatu yang rumit. Cukup mulai dari satu buku, satu gambar, satu kata, dan satu momen sederhana bersama orang tua. ✨
📌 Kamu bisa cek harga dan ketersediaannya melalui link berikut. Semoga bermanfaat dan menjadi teman bacaan anak setiap hari. 🤍
Beli My First Library Book melalui link dibawah ini
Shopee | Tokopedia | Lazada | Blibli
Kalau sedang mencari buku Islami untuk anak, kamu juga bisa melihat rekomendasi My First Islamic Book Series yang berisi beberapa buku dengan tema dasar Islam.
Comments
Post a Comment