Review Koleksi Balita Cerdas Pertamaku 1: Buku ABC, Benda, Binatang & Kendaraan untuk Anak

Kalau sedang mencari buku untuk mengenalkan berbagai hal sederhana kepada anak, menurutku buku anak yang isinya tidak terlalu rumit justru bisa jadi pilihan yang menarik. Apalagi untuk anak usia dini, mereka belum membutuhkan buku dengan cerita yang panjang. Buku dengan gambar yang jelas, warna yang menarik, serta kata-kata sederhana sudah cukup untuk menjadi teman belajar sekaligus bermain.

Nah, salah satu koleksi yang menurutku menarik untuk dikenalkan kepada si kecil adalah Koleksi Balita Cerdas Pertamaku 1 dari A. Sitaresmi, yang diterbitkan oleh Elex Media Komputindo Gramedia.

Koleksi ini memang dibuat khusus untuk balita dan hadir dalam bentuk satu paket berisi beberapa buku kecil dengan tema yang berbeda. Seri pertamanya terdiri dari empat buku, yaitu ABC Pertamaku, Benda Pertamaku, Binatang Pertamaku, dan Kendaraan Pertamaku.

Buat orang tua yang sedang mencari buku pengenalan dasar untuk anak, koleksi seperti ini menurutku cukup menarik karena anak tidak langsung diberikan terlalu banyak informasi dalam satu buku. Setiap buku memiliki fokus masing-masing sehingga orang tua bisa mengenalkan satu tema terlebih dahulu sebelum berpindah ke tema lainnya.

 

Mengenal Koleksi Balita Cerdas Pertamaku

Sebelum masuk ke isi bukunya, kita bahas dulu koleksinya.

Koleksi Balita Cerdas Pertamaku merupakan seri buku anak yang diperuntukkan bagi balita. Koleksi ini memiliki dua seri, yaitu Koleksi Balita Cerdas Pertamaku 1 dan Koleksi Balita Cerdas Pertamaku 2. Keduanya sama-sama berisi empat buku dengan tema pengenalan yang berbeda.

Koleksi Balita Cerdas Pertamaku 1

Untuk seri pertama, tema yang diberikan adalah:

  • ABC
  • Benda
  • Binatang
  • Warna

Sedangkan seri keduanya berisi:

  • 123
  • Buah
  • Binatang
  • Kendaraan

Informasi mengenai kedua seri tersebut juga tercatat dalam katalog dan toko buku yang menjual koleksi ini.

Jadi kalau anak sudah selesai mengeksplorasi seri pertama, orang tua bisa melanjutkannya dengan seri kedua. Menurutku konsep seperti ini cukup menyenangkan karena tema pembelajarannya dibuat sederhana dan familiar dengan kehidupan sehari-hari anak.

 

Seperti Apa Bentuk Bukunya?

Koleksi Balita Cerdas Pertamaku 1 isi empat buku anak

Salah satu hal yang langsung menarik perhatianku dari koleksi ini adalah bentuk bukunya.

Bukunya bukan tipe buku yang besar dan berat. Ukurannya relatif kecil sehingga cukup mudah dipegang oleh anak. Ini menurutku penting untuk buku balita karena anak biasanya ingin ikut memegang, membuka, dan membolak-balik halaman sendiri.

Selain itu, bagian cover-nya juga terasa berbeda karena tidak benar-benar datar. Ada bagian yang terasa seperti empuk atau kempus-kempus, sehingga memberikan sensasi yang lebih menarik ketika disentuh.

Untuk anak kecil, detail seperti ini mungkin terlihat sederhana, tetapi justru bisa membuat mereka lebih tertarik untuk mengambil bukunya.

Apalagi anak usia dini biasanya memang tidak hanya menikmati buku melalui isi ceritanya. Mereka juga tertarik dengan warna, gambar, bentuk, tekstur, dan pengalaman ketika memegang buku tersebut.

Jadi menurutku, cover yang dibuat tidak terlalu kaku dan flat ini menjadi salah satu nilai tambah dari koleksi Balita Cerdas Pertamaku.

 

Usianya 3 Tahun ke Atas, Apakah Terlalu Besar?

Di buku ini tercantum rekomendasi usia 3+.

Awalnya aku juga sempat berpikir, "Kenapa mulai 3 tahun, ya?"

Karena kalau melihat topiknya seperti ABC, benda, binatang, dan kendaraan, sebenarnya anak yang lebih kecil pun sudah bisa dikenalkan dengan konsep-konsep tersebut.

Tapi menurutku, label 3+ ini tidak berarti anak di bawah usia tersebut sama sekali tidak boleh melihat bukunya. Orang tua tetap bisa mengenalkan buku sesuai dengan kemampuan dan ketertarikan masing-masing anak.

Misalnya, anak yang masih kecil mungkin belum bisa mengenali semua huruf atau menyebutkan nama benda dengan benar. Tidak masalah.

Kita bisa mulai dengan cara yang lebih sederhana.

"Ini apa?"

"Ini kucing."

"Mana kucingnya?"

"Ini huruf A."

Jadi bukunya bisa digunakan sebagai media untuk mengobrol bersama anak, bukan hanya sebagai buku yang harus "diselesaikan".

Kalau anak sudah lebih besar, orang tua bisa mulai mengembangkan pertanyaannya. Misalnya bukan hanya meminta anak menyebutkan gambar, tetapi juga mengajaknya mengingat warna, bentuk, fungsi benda, atau suara binatang.

Dengan begitu, satu buku bisa digunakan berulang kali dengan cara yang berbeda.

 
1. ABC Pertamaku

Buku ABC Pertamaku dari Koleksi Balita Cerdas Pertamaku

Sesuai namanya, buku pertama mengajak anak mengenal huruf alfabet.

Untuk tahap awal belajar, menurutku buku seperti ini cukup membantu karena anak bisa melihat huruf sekaligus menghubungkannya dengan sesuatu yang lebih familiar.

Misalnya, ketika mengenalkan huruf A, anak tidak hanya melihat bentuk hurufnya, tetapi juga bisa diajak mencari contoh kata yang dimulai dengan huruf tersebut.

Konsep seperti ini membuat kegiatan belajar terasa lebih seperti bermain.

Dan menurutku, untuk anak usia dini, hal seperti ini penting.

Anak tidak harus langsung hafal A sampai Z dalam sekali membaca. Yang lebih penting adalah membangun rasa familiar terhadap bentuk huruf dan membuat anak merasa bahwa belajar huruf itu menyenangkan.

 

2. Benda Pertamaku

Buku berikutnya adalah Benda Pertamaku.

Tema benda sehari-hari menurutku justru sangat dekat dengan kehidupan anak.

Anak bisa diajak mengenal benda yang mereka temui di rumah maupun lingkungan sekitar. Ketika menemukan gambar suatu benda di buku, orang tua juga bisa langsung menghubungkannya dengan benda nyata.

Misalnya setelah melihat gambar tertentu, orang tua bisa berkata,

"Di rumah kita juga punya ini, lho."

Dengan cara seperti itu, buku tidak berhenti sebagai media melihat gambar. Anak juga belajar menghubungkan apa yang ada di dalam buku dengan dunia nyata.

Menurutku ini salah satu cara sederhana agar kegiatan membaca buku bersama anak menjadi lebih interaktif.

 

3. Binatang Pertamaku

Anak kecil biasanya punya ketertarikan tersendiri dengan binatang.

Ada yang suka kucing, ayam, ikan, kelinci, atau bahkan langsung heboh ketika melihat gambar hewan favoritnya.

Karena itu, tema Binatang menurutku termasuk tema yang cukup mudah membuat anak tertarik.

Orang tua bisa mengajak anak menyebutkan nama binatang, menirukan suaranya, atau bertanya sederhana seperti:

"Ini binatang apa?"

"Suara kucing bagaimana?"

"Mana yang punya sayap?"

Pertanyaan-pertanyaan sederhana seperti ini bisa membuat kegiatan membaca menjadi lebih hidup.

Jadi meskipun bukunya terlihat sederhana, sebenarnya orang tua bisa mengembangkan aktivitasnya sesuai dengan kemampuan anak.

 

4. Warna Pertamaku

Buku keempat dalam seri pertama adalah Warna.

Tema warna juga cukup dekat dengan keseharian anak. Merah dengan gambar apel dan ember merah, hijau dengan gambar meja dan daun hijau, dan warna lainnya. Biasanya warna mudah ditemukan di lingkungan sekitar atau bahkan menjadi sesuatu yang sangat menarik bagi anak.

Nah, setelah membaca buku, orang tua bisa mengajak anak mengamati warna benda yang ada di sekitar.

Misalnya ketika sedang bepergian, "Tadi kita lihat kendaraan warna apa saja?"

Dengan begitu, buku menjadi semacam pengantar sebelum anak mengamati dunia di sekitarnya.

 

Ilustrasinya Dibuat untuk Pengenalan Dasar

Hal lain yang menurutku menjadi kekuatan koleksi ini adalah penggunaan gambar dan keterangan yang sederhana.

Untuk buku balita, menurutku memang tidak perlu terlalu banyak tulisan dalam satu halaman. Anak lebih mudah tertarik dengan gambar yang jelas dan tidak terlalu ramai.

Koleksi Balita Cerdas Pertamaku sendiri memang dideskripsikan sebagai koleksi dengan ilustrasi menarik dan keterangan gambar yang ditujukan untuk anak dalam masa perkembangan, dengan pendampingan orang tua.

Jadi buku ini lebih cocok diposisikan sebagai buku pengenalan, bukan buku cerita panjang.

Dan menurutku justru di situlah daya tariknya.

 

Kenapa Menarik untuk Jadi Buku Pertama Anak?

Menurutku ada beberapa alasan kenapa koleksi ini cukup menarik untuk dijadikan salah satu buku pertama anak.

Pertama, temanya dekat dengan kehidupan sehari-hari.

ABC, benda, binatang, dan kendaraan adalah hal-hal yang mudah ditemukan anak. Jadi anak tidak belajar sesuatu yang terlalu abstrak.

 

Kedua, bukunya dibuat dalam beberapa tema.

Anak tidak harus belajar semuanya sekaligus. Hari ini bisa membaca buku binatang, besok ABC, kemudian benda, dan seterusnya.

 

Ketiga, ukurannya ramah untuk anak.

Anak bisa belajar memegang dan membuka buku sendiri, tentunya tetap dengan pengawasan orang tua.

 

Keempat, koleksinya bisa dilanjutkan.

Setelah seri pertama, tersedia juga Koleksi Balita Cerdas Pertamaku 2 dengan tema 123, buah, binatang, dan kendaraan.

Jadi orang tua bisa membuat semacam koleksi buku pengenalan dasar untuk anak.

 

Buku Sederhana, Tapi Bisa Dipakai untuk Banyak Aktivitas

Buku Benda Pertamaku untuk anak usia dini

Menurutku hal yang menarik dari buku seperti ini justru bukan seberapa banyak materi yang ada di dalamnya.

Untuk anak usia dini, buku yang sederhana bisa menjadi sangat berguna kalau orang tua mau ikut terlibat.

Misalnya satu halaman berisi gambar binatang.

Daripada hanya membaca nama binatangnya, orang tua bisa bertanya:

"Ini apa?"

"Warnanya apa?"

"Suara binatangnya bagaimana?"

"Dia tinggal di mana?"

"Di rumah pernah lihat binatang ini?"

Satu gambar saja bisa menjadi bahan percakapan yang cukup panjang.

Begitu juga dengan buku ABC. Anak bisa diajak mencari benda di sekitar rumah yang memiliki huruf awal tertentu.

Jadi sebenarnya buku ini bukan hanya untuk dibaca, tetapi juga bisa menjadi alat bermain sambil belajar bersama anak.

 

Cocok untuk Orang Tua yang Ingin Memulai Rutinitas Membaca

Kalau selama ini masih bingung mau mulai membacakan buku apa untuk anak, koleksi seperti Balita Cerdas Pertamaku bisa menjadi salah satu pilihan yang sederhana.

Tidak harus langsung membuat sesi membaca selama 30 menit.

Bahkan beberapa menit setiap hari sudah bisa dijadikan rutinitas.

Misalnya sebelum tidur, pilih satu buku kecil. Lihat gambar bersama, sebutkan nama benda atau binatangnya, lalu ajak anak ngobrol sedikit.

Besok bisa pilih buku lainnya.

Karena koleksinya terdiri dari beberapa buku dengan tema berbeda, anak juga tidak cepat merasa bahwa buku yang dibaca selalu sama.


Ada Tempat Penyimpanan dan Talinya Juga

Wadah penyimpanan Koleksi Balita Cerdas Pertamaku 1

Nah, ada satu hal lagi yang menurutku cukup menarik dari koleksi ini, yaitu tempat penyimpanan bukunya.

Jadi, empat buku kecil yang ada di dalam satu koleksi ini tidak dibiarkan begitu saja. Ada semacam tempat atau wadah khusus untuk menyimpan kembali buku-bukunya setelah selesai digunakan.

Menurutku ini cukup membantu, terutama karena bukunya berukuran kecil dan terdiri dari beberapa buku. Kalau tidak punya tempat khusus, biasanya buku-buku kecil seperti ini gampang tercecer atau malah berpencar ke mana-mana. Nah, dengan adanya wadah ini, setelah selesai membaca kita bisa langsung mengembalikan semuanya ke tempatnya.

Yang lebih menarik lagi, wadahnya juga dilengkapi dengan tali.

Jadi kalau mau dibawa-bawa, rasanya lebih praktis. Tinggal pegang bagian talinya, lalu koleksi bukunya bisa dibawa bersama-sama. Misalnya mau dibawa saat bepergian, ke rumah nenek, atau sekadar dipindahkan dari satu ruangan ke ruangan lain, menurutku jadi lebih gampang.

Memang kelihatannya sederhana, tetapi untuk buku anak menurutku detail seperti ini cukup berguna.

Karena namanya buku anak, yang memegang dan menggunakan bukunya bukan cuma orang tua. Anak juga biasanya akan ikut mengambil, membawa, membuka, lalu menaruhnya kembali. Jadi adanya wadah penyimpanan sekaligus tali ini membuat koleksinya terasa lebih praktis.

 

Bagaimana dengan Harganya? Worth It Nggak?

Kalau ditanya apakah Koleksi Balita Cerdas Pertamaku 1 ini worth it dari segi harga, menurutku jawabannya cukup relatif.

Dengan isi 4 buku dalam satu koleksi, menurutku harganya masih berada di kategori standar untuk sebuah paket buku anak.

Aku pribadi tidak akan bilang ini yang paling murah, tetapi juga tidak merasa harganya terlalu mahal. Apalagi kita mendapatkan empat buku dengan tema yang berbeda, ditambah wadah untuk menyimpan bukunya.

Jadi menurutku, nilai lebihnya bukan hanya dari jumlah bukunya, tetapi juga dari bentuk paketnya yang cukup praktis.

Kalau memang sedang mencari buku anak yang sederhana untuk mengenalkan ABC, benda, binatang, dan kendaraan, menurutku koleksi ini masih cukup layak dipertimbangkan.

Tapi kalau pertanyaannya, "Apakah ini buku yang super lengkap dengan banyak fitur?"

Menurutku, nggak juga.

Buku ini lebih ke buku pengenalan dasar. Jadi jangan berharap ada banyak aktivitas atau fitur yang terlalu kompleks. Justru menurutku daya tariknya ada pada konsepnya yang simpel: empat buku kecil, tema yang familiar, mudah dibawa, dan setelah selesai digunakan bisa dikembalikan ke tempatnya.

Jadi, kalau disesuaikan dengan fungsinya sebagai buku pengenalan dasar untuk anak, menurutku harganya masih cukup masuk akal.

Tapi kalau kamu mencari buku yang punya banyak fitur interaktif, seperti suara, flap, touch and feel, atau aktivitas yang macam-macam, mungkin buku ini bukan yang seperti itu.

 

Kesimpulanku

Isi buku Koleksi Balita Cerdas Pertamaku 1 dengan gambar

Secara keseluruhan, menurutku Koleksi Balita Cerdas Pertamaku 1 ini merupakan koleksi buku yang sederhana, tapi cukup menarik untuk pengenalan dasar anak.

Isinya terdiri dari empat buku dengan tema ABC, benda, binatang, dan kendaraan. Temanya juga cukup dekat dengan keseharian anak, jadi orang tua bisa dengan mudah mengajak anak ngobrol dan menghubungkan isi buku dengan apa yang mereka temui sehari-hari.

Dari segi bentuk, menurutku juga cukup menarik. Bukunya kecil dan mudah dipegang, cover-nya terasa agak empuk atau kempus-kempus, jadi nggak terasa seperti buku yang flat biasa.

Yang menurutku cukup praktis justru bagian wadah penyimpanannya. Jadi setelah selesai membaca, empat bukunya bisa dikembalikan lagi ke tempatnya. Nggak perlu khawatir buku-bukunya berpencar atau tercecer ke mana-mana. Ditambah lagi ada talinya, jadi kalau mau dibawa bepergian juga lebih gampang. Tinggal dibawa sekalian dalam satu paket.

Kalau dari segi harga, menurutku standar aja. Nggak bisa dibilang murah banget, tapi menurutku juga masih wajar untuk mendapatkan empat buku sekaligus, apalagi sudah ada tempat penyimpanan dan talinya.

Jadi, kalau kamu mencari buku anak yang simpel, praktis, dan isinya fokus pada pengenalan dasar, menurutku koleksi ini cukup layak dipertimbangkan.

Tapi kalau kamu mencari buku yang penuh dengan fitur interaktif seperti suara, flap, touch and feel, atau aktivitas yang lebih banyak, mungkin koleksi ini bukan pilihan yang paling tepat.

Menurutku, kekuatan buku ini memang bukan di fitur yang wah, tetapi di kesederhanaannya. Empat buku dengan tema yang familiar, mudah digunakan anak, gampang disimpan kembali, dan bahkan praktis kalau mau dibawa ke mana-mana.

Dan untuk buku pengenalan pertama, menurutku justru konsep sesederhana ini sudah cukup menarik. Karena pada akhirnya, yang paling penting bukan seberapa banyak fitur yang ada di dalam bukunya, tapi apakah anak mau membuka, melihat, dan menikmati bukunya bersama orang tua.



📌 Kamu bisa cek harga dan ketersediaannya melalui link berikut. Semoga bermanfaat dan menjadi teman bacaan anak setiap hari. 🤍

Beli Koleksi Balita Cerdas Pertamaku 1 melalui link dibawah ini

Tokopedia | Lazada | Blibli | Shopee 

Kalau sedang mencari buku Islami untuk anak, kamu juga bisa melihat rekomendasi My First Library Book yang berisi beberapa buku dengan tema dasar Islam.


Comments

Popular posts from this blog

​Review Buku Doa-doa Mustajab dari Al-Qur’an dan As-Sunnah – Buku Doa Tipis yang Selalu Kucari di Setiap Book Fair

Review Buku The Defend of Muslim: Buku Doa dan Dzikir yang Menjadi Teman Rutinitasku Setiap Hari

​Review Buku Panduan Sholat Lengkap Wajib dan Sunnah – Teman Belajar Ibadah yang Praktis